Agretail - Hidup Lebih Sehat Dengan Mencuci Makanan

Hidup Lebih Sehat Dengan Mencuci Makanan

Pandemi COVID-19 disinyalir menjadi titik balik masyarakat dalam memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Salah satu yang menjadi fokus masyarakat adalah kebersihan dan kesehatan makanan yang dikonsumsi. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan mencuci makanan, seperti buah dan sayur, dengan air mengalir sebelum dikonsumsi. Cara ini digunakan untuk meminimalisir bakteri dan pestisida yang biasanya menempel pada buah dan sayur.

Dengan mencuci makanan terlebih dahulu, dapat mengurangi kontaminasi makanan yang dibawa dari luar rumah sehingga, dapat menjaga kesehatan keluarga di rumah. Dilansir dari klikdokter, buah dan sayuran yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi kotoran, kuman dan residu pestisida hingga 80 persen. Dengan kata lain buah dan sayuran menjadi lebih sehat setelah dicuci.

Dalam sebuah studi, dilansir dari kontan, produk pembersih khusus dapat lebih ampuh dalam mengurangi kontaminasi. Akan tetapi, akan sangat berbahaya jika menggunakan alkohol, cairan desinfektan ataupun sabun. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut dapat menempel pada buah dan sayuran yang dicuci dan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Terdapat beberapa bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam mencuci makanan agar lebih sehat. Dilansir dari kontan, berikut adalah daftar bahan alami yang efektif dalam mengurangi kontaminasi.

  1. Air cuka


Sumber: sajiansedap

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal penelitian Food Control, terbukti bahwa pencampuran air dan cuka dapat menghilangkan residu pestisida. Dr. Floyd Woods dan DR. Joe Kemble, professor hortikultura di Auburn University, mengatakan bahwa cuka aman digunakan untuk mensanitasi permukaan buah dan sayur.

Kadar pencampuran larutan cuka dan air adalah 1:3, yakni 1 cangkir cuka dicampur dengan 3 cangkir air. Penting untuk memperhatikan kadar tersebut karena tingkat efektivitasnya dipengaruhi kadar cuka dalam larutan, suhu air, serta luas area sayur dan buah yang terkena larutan tersebut. 

  1. Air garam


Sumber: kumparan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Food Control, diketahui bahwa air garam sebesar 10 persen terbukti lebih efektif untuk menghilangkan residu pestisida ketimbang larutan air cuka dan air mengalir. Metode ini juga dianggap lebih murah karena biaya garam lebih terjangkau ketimbang cuka.

Cara pencampurannya sederhana, yakni menggunakan perbandingan 1:10. Maksudnya adalah 1 sendok garam dicampur dengan 10 sendok air. Lalu, rendam buah dan sayur selama 20 menit. Namun, bagi penderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari cara ini dan menggunakan cara lainnya sebagai alternatif untuk membersihkan buah dan sayuran.

  1. Air soda kue


Sumber: pixabay

Dalam sebuah jurnal dari Agriculture and Food Chemistry, diketahui bahwa air soda kue lebih efektif dalam membersihkan buah dan sayuran dari residu pestisida dan kotoran lainnya. Hal ini dikarenakan air soda kue tidak hanya membersihkan bagian kulitnya saja tetapi, juga membersihkan hingga ke bagian bawah kulit.

Pencampurannya cukup sederhana dengan menggunakan takaran 2 sendok teh soda kue ke dalam 1 liter air. Kemudian, rendam buah dan sayuran selama 12 - 15 menit.

Bagaimana mudah bukan? Cara tersebut dapat kita manfaatkan untuk memastikan makanan yang kita makan dalam keadaan yang sehat dan terbebas dari residu pestisida, kotoran hingga kuman. Yuk hidup sehat dimulai dari sekarang!

Referensi :