Agretail - CABE HIYUNG  SANG JUARA PEDAS DARI DESA HIYUNG KABUPATEN TAPIN   KALIMANTAN SELATAN

CABE HIYUNG SANG JUARA PEDAS DARI DESA HIYUNG KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN

Perjalanan tiga jam dari Banjarmasin ke Desa Hiyung, saya nikmati sambil membayangkan apa yang akan saya ucapkan ketika bertemu dengan Pak Junaidi. Ketua Kelompok Tani Karya Baru itu mengundang saya untuk berkunjung ke kebun cabe Hiyung miliknya dan milik anggota kelompok seluas 115 Ha. Pedasnya cabe Hiyung melintas dipikiran saya, warna merah, ukuran sedang dengan kepedasan mencapai 1400 ppm. Wow.....ini pasti cabe luar biasa. Bukan cabe sembarangan, cabe istimewa dari Desa Hiyung. Tak terasa, pintu gerbang Kabupaten Tapin sudah di depan saya, artinya perjalanan tinggal sebentar lagi.

Desa Hiyung terletak di Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Desa ini dulu adalah desa tertiggal dan miskin. Sampai suatu saat pak Subarjo seorang warga desa Lino kecamatan Miyawa membawa cabe dari gunung Miyawa dan ditanam di desa Hiyung bawah yang mayoritas tanahnya adalah rawa pasang surut. Tidak disangka cabe tersebut tumbuh subur dan berbuah sangat lebat. Yang bikin kaget lagi, bukan masalah buahnya yang banyak, tapi pedasnya yang luar biasa. Sampai akhirnya warga membandingkan cabe hiyung dengan cabe lainnya dan sepakat bahwa cabe hiyung sangat pedas. Sejak saat itu semakin banyak warga yang menanam cabe hiyung, panen melimpah dan harganya sangat mahal. Cabe hiyung pernah dijual pada harga Rp. 110.000 per kg dan harga terendah pada Rp. 35.000 per kg. Suatu nilai komoditas yang sangat fantastis, apalagi cabe adalah jenis sayuran yang diperlukan setiap hari. Tentu nilai ekonominya sangat menjanjikan. Menurut pak Junaidi, untuk satu Ha kebun cabe Hiyung, sekali panen diperkirakan mendapatkan cabe segar sebanyak 0.3 x 4.500 pohon = 1.350 kg cabe sekali panen. Kalau harga cabe Rp.30.000 maka sekali panen petani akan mendapatkan hasil Rp. 40.500.000 tiap tiga bulan. Luar biasa. Usahatani yang sangat menguntungkan.


 


Penampakan Cabe Hiyung tidak banyak berbeda dengan cabe biasa, namun ketika cabe dipegang baru terasa ada tekstur yang berbeda. Kulitnya agak tebal dan halus. Psotur buahnya agak besar, ujung lancip dan dasar buah sejajar dengan kelopak buah. Ketika digigit, rasa pedas menyebar ke seluruh rongga mulut dan semakin lama semakin pedas. Saya biasa makan satu tahu isi dengan 4 atau 5 cabe, namun dengan cahe hiyung,  saya hanya makan satu cabe hiyung untuk satu tahu isi. Asli pedas sekali.




Petani kini semakin menikmat keuntungan budidaya cabe hiyung, karena Kelompok Tani Karya Baru semakin kreatif mengolah cabe hiyung menjadi berbagai bentuk olahan. Diantaranya adalah abon cabe, sambal cabe, abon cabe ikan asin dan bubuk cabe.  Tidak kurang setiap minggu sekitar 300 sampai 500 botol di produksi dari rumah produksi kelompok tani Karya Baru. Hasil olahan dijual di beberapa toko di Tapin dan Binuang serta sebagai oleh-oleh wajib Pemda Tapin kepada tamu yang berkunjung. Selamat buat para petani di Desa Hiyung. Semoga sukses selalu...........

 


Penulis: Basyori Saini